This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

LAPORAN TA PKP PERPUSTAKAAN D2 PGSD

LAPORAN PRAKTIK KERJA PERPUSTAKAAN
DI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM BHAKTI NEGARA
(STAIBN) KABUPATEN TEGAL

OLEH
SUSENO AJI
NIM : 016163502
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TERBUKA
2010


PENGESAHAN LAPORAN


Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktik Kerja Perpustakaan (PUST 2290) Program D- II Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Terbuka.
Kepala UPBJJ-UT Donorojo
Drs. SAMSUL ISLAM, M.Pd
NIP. 19540906 198601 1 001



PENGESAHAN


Laporan Praktik Kerja Perpustakaan (PKP) yang dilaksanakan di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Bhakti Negara (STAIBN) Kabupaten Tegal telah disahkan oleh Kepala Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Bhakti Negara (STAIBN) Kabupaten Tegal Pada:
Hari : Kamis
Tanggal : 12 Agustus 2010
Tempat : Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Bhakti Negara (STAIBN) Kabupaten Tegal

Mengetahui,
Kepala Perpustakaan STAIBN
MOH. MAS’UNI, S.Ag, MSI
NIPY. Pembimbing
MOH. MAS’UNI, S.Ag, MSI
NIP.


KATA PENGANTAR


Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufik, hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Perpustakaan (PKP) di Kantor Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Bhakti Negara (STAIBN) Kabupaten Tegal. Laporan ini penulis susun sebagai salah satu syarat akademis dalam menyelesaikan program D-II Ilmu Perpustakaan di Universitas Terbuka UPBJJ Donorojo.
Dalam penyusunan laporan ini penulis mengalami banyak hambatan dan kesulitan, namun berkat bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak akhirnya laporan ini berhasil diselesaikan. Sehubungan dengan hal tersebut dengan segala kerendahan hati, pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Orang tua yang senantiasa memberikan doa restu dan dukungan selama pelaksanaan Praktik Kerja Perpustakaan (PKP),
2. Bapak , S. Ag, MSI selaku Ketua Universitas Terbuka UPBJJ Donorojo Pokjar Kramat,
3. Bapak Moh. Mas’uni, S Ag. MSI selaku pembimbing yang telah memberikan petunjuk-petunjuk dan saran dalam penyusunan laporan ini,
4. Bapak Drs. H. Jamil Muslim, M.SI, selaku Kepala Sekolah Tinggi Agama Islam Bhakti Negara (STAIBN) Kabupaten Tegal.
5. Teman-Teman D-II Ilmu Perpustakaan Masa Registrasi Awal 2009.2
6. Semua pihak yang telah membantu, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Harapan kami semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca. Kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak senantiasa penulis harapkan demi sempurnanya laporan ini.
Tegal, Agustus 2010
Penulis


DAFTAR ISI


JUDUL................................................................................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN.............................................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN .......................................................... iii
PENGESAHAN................................................................................................... iv
KATA PENGANTAR ......................................................................................... v
DAFTAR ISI ....................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................. 1
B. Tujuan Praktek Kerja Perpustakaan .............................................. 2
C. Sistematika.................................................................................... 3
BAB II KEADAAN PERPUSTAKAAN
A. Sejarah Berdirinya Perpustakaan.................................................... 4
B. Struktur Organisasi ....................................................................... 7
C. Fasilitas Yang Dimiliki ................................................................... 8
D. Pengguna Perpustakaan ................................................................ 8
BAB III KEGIATAN PERPUSTAKAAN
A. Pengadaan Bahan Pustaka ........................................................... 10
B. Pengolahan Bahan Pustaka .......................................................... 10
C. Pelayanan Bahan Pustaka ............................................................. 11
BAB IV MASALAH DAN PEMECAHAN
A. Masalah ........................................................................................ 12
B. Pemecahan .................................................................................... 13
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .................................................................................. 14
B. Saran ........................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Perpustakaan merupakan tempat yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkannya. Informasi ini dapat diperoleh dari berbagai jenis bacaan yang disediakan di perpustakaan. Hal ini sesuai dengan fungsi Perpustakaan yaitu sebagai tempat penyimpanan sesuai dengan Undang-Undang Deposit UU No.4 Tahun 1990 tentang wajib simpan karya cetak 7 rekam diatur PP No. 70 Tahun 1991 yang berisi mewajibkan setiap penerbit, pencetak, produser mengirimkan contoh terbitannya ke perpustakaan Nasional atau yang ditunjuk, juga berfungsi sebagai pendidikan yaitu tempat belajar seumur hidup, penelitian berbagai ilmu pengetahuan yang membantu pelaksanaan tugas dan hiburan.
Dewasa ini di Indonesia dikenal beberapa jenis perpustakaan yaitu Perpustakaan Umum, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Khusus dan Perpustakaan Nasional. Masing-masing jenis Perpustakaan mempunyai tujuan dan fungsi yang berbeda. Hal ini mengakibatkan jenis koleksi dan layanannya pun berbeda. Kegiatan utama setiap jenis perpustakaan adalah pengadaan, pengolahan dan pelayanan bahan pustaka.
Tidak semua orang yang bekerja di perpustakaan dapat disebut pustakawan, karena mereka harus memenuhi syarat sebagai pustakawan. Adapun definisi pustakawan menurut Organisasi Pustakawan Indonesia (namaya IPI singkatan dari Ikatan Pustakawan Indonesia) adalah orang yang memberikan dan melaksanakan kegiatan perpustakaan dalam usaha pemberian layanan/jasa kepada masyarakat sesuai dengan misi yang diemban oleh badan induknya berdasarkan Ilmu Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi yang diperolehnya melalui pendidikan.
PKP merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa D-II Ilmu Perpustakaan. Hal ini dikarenakan mahasiswa atau calon pustakawan nantinya harus mempunyai kemampuan yang kualified.
B. Tujuan
Adapun tujuan Praktik Kerja Perpustakaan (PKP) adalah :
1. Sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program D-II Ilmu Perpustakaan,
2. Sebagai studi banding antara pengetahuan teoritis yang didapat dengan aplikasi aktual di lapangan kerja,
3. Untuk mendapatkan pengalaman kerja,
4. Mengenal alat-alat yang sudah baku dan tersedia di Perpustakaan,
5. Untuk mngembangkan kemampuan dalam mengidentifikasi masalah, mengamati suatu proses, mengumpulkan data serta dapat membuat suatu kesimpulan yang dilandasi dengan sikap ilmiah.
C. Sistematika
Untuk memudahkan dalam penyampaian laporan PKP, berikut penulis uraikan secara singkat sistematika penyusunan laporan yaitu sebagai berikut :
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan Praktek Kerja Perpustakaan
C. Sistematik
BAB II KEADAAN PERPUSTAKAAN
A. Sejarah Berdirinya Perpustakaan
B. Struktur Organisasi
C. Fasilitas Yang Dimiliki
D. Pengguna Perpustakaan
BAB III MASALAH DAN PEMECAHANNYA
A. Masalah
B. Pemecahan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB II

KEADAAN PERPUSTAKAAN


A. Sejarah Berdirinya Perpustakaan
1. Latar Belakang Berdirinya
Kalau kita melintasi sejarah berdirinya Perpustakaan STAI Bakti Negara, maka tidak bisa di pisahkan dengan lintasan-lintasan sejarah sebelumnya, agar kita mengerti dan memahami sejarah yang sebenarnya.
Kalau kami menguraikan sejarah tersebut, sangat panjang ceritanya tapi karena waktu yang diberikan kepada kami terbatas, maka akan di terangkan sebagai berikut :
1. Fakultas Usuluddin IAIN Sunan Kali Jaga Jogjakarta, Cabang di Slawi Tegal yang telah susah payah kami berempat ( KH. Khosim Tafsir, R.Moh Cholid Sofyan Badrun dan H. A. Busjaeri ) merintis / mendirikanya pada tahun 1970 dan sudah berjalan lancar dipimpin oleh Dekan Bpk. Drs. Khozim Mahmud dan Drs. Cholil Rahman dan telah mengeluarkan beberapa sarjana antara lain Drs. H. CH. Abidin, Drs. Mukhidin, Drs. H. Affan Castro dan H.Abdul Mujib SAG beliau alumnus IAIN Slawi yang sekarang pejabat eselon III tapi dengan situasi kondisi lokasi dan politis fakultas tersebut ditarik ke IAIN Walisongo Semarang.
2. Tenggelamnya kepedulian/perhatian masyarakat Tegal terhadap Sekolah Tinggi Agama Islam karena dibayang-bayangi sikon politik padahal sudah banyak sarjana-sarjana alumnus Sekolah Tinggi Agama Islam dari Jakarta, Jogja, Semarang, Surabaya dan sebagainya tapi mereka masih perhitungan, belum membangkitkan jiwa semangatnya dan memang Allah Yang Maha Perkasa belum memberi kekuatan kepada kita berasma untuk berjuang.
2. Timbul berdirinya IBN sebagai kelanjutan dan pengganti IAIN Slawi
Alhamdulillah pada bulan suci Ramadhan ada beberapa sesepuh dan pemuda yang diberi kekuatan dan keberanian oleh Allah untuk merintis dan mendirikan IAIN Swasta
1. Perintis berdirinya IBN
Pertemuan musyawarah pertama
Hari : Senin, 25 Mei 1987 ( 27 Ramadhan )
Waktu : Jam 21.00 WIB ( Ba’da Tarawih )
Tempat : di rumah KH. Qosim Tafsir Karanganyar
Keperluan : Merintis kembalinya IAI Swasta sebagai pengganti IAIN
Hadir : 1. KH. Qosim Tafsir (unsur lama)
2. Drs. H. Bahrudin (unsur pemda)
3. Drs. Busyairi (unsur cendekiawan)
4. Drs. Sobrowi Generasi Muda Islam (notilen)
Keputusan : Wajib Bangkit Mendirikan IAIS dengan landasan :
2. Pertemuan musyawarah kedua
Hari : Senin, 1 Juni 1987 ( 4 Syawal )
Waktu : Jam 20.00 WIB ( Ba’da Isya )
Tempat : di rumah Drs. H. CH. Abidin Kajen Lebaksiu
Keperluan : Mendirikan IAIS dengan nama Bakti Negara
Hadir : 1. Drs. Damhar Abudapes
2. Drs. H. Bahrudin
3. Drs. Busyairi
4. Drs. Sobrowi
5. Drs. Jamil Muslim
Keputusan : Menyusun Panitia Pendiri
3. Pertemuan musyawarah ketiga
Hari : Rabu, 3 Juni 1987 ( 6 Syawal )
Waktu : Jam 14.00 WIB
Tempat : Masjid Agung Slawi
Keperluan : 1. Menyusun Panitia Pendiri dan Pembagian Tugas
2. Konsul ke Bupati
- Pada tanggal 15 Juni 1987 Bupati Tegal (Drs. H. Wienahto) memberi rekomendasi berdirinya IBN dengan surat Dinas No. 420/0188/1987.
- Kemudian kami panitia pendiri mengajukan permohonan ke Kopertis Wilayah X Jawa Tengah (IAIN Walisongo Semarang) terus langsung di survey tanggal 16 Juli 1987 yang akhirnya permohonan di kabulkan dan mendapat izin operasional No. 03/1987 tanggal 10 Agustus
4. Maka pada hari rabu tanggal 16 September 1987 diadakan upacara pembukaan peresmian berdirinya IBN berikut Gedung Perpustakaanya, dengan Dies Natalis Kuliah Umum oleh Drs. H. Kholil Rahman pimpinan Kopertais/ Dosen IAIN Walisongo Semarang di pendopo Pemda Kab. Tegal.
3. Rencana Program IBN
Visi :
Terwujudnya iman dan taqwa yang akhlaqul karimah dan Terwujudnya intelektual yang kualitas dan populis“.
Misi :
Mengembangkan ideologis, sosialis dan politis yang Islamis”

B. Struktur Organisasi
SHAPE \* MERGEFORMAT
PENASEHAT
KETUA SETAIBN TEGAL
Drs. H. JAMIL MUSLIM, MSI
PENANGGUNG JAWAB
PEMBANTU KETUA I
Drs. M, SAIDIN, MSI
KEPALA PERPUSTAKAAN
MOH. MAS’UNI, S.Ag, MSI
PETUGAS TEKNIS
SAKORI
PETUGAS PELAYANAN
DIANE PRAMASHINTA, SH

PEMBANTU UMUM
PRANOTO

C. Fasilitas yang Dimiliki
Komposisi ruang (lay out) gedung perpustakaan adalah sebagai berikut:
a. Ruang Sirkulasi
b. Ruang Belajar
c. Ruang Referensi
d. Ruang Deposit
e. Gudang
f. Mushola
g. Ruang keluarga penjaga kantor
h. Masih terdapat ruang untuk counter, locker dan ruang tunggu
i. Loby
j. Ruang Pustakawan
k. Ruang Kepala Perpustakaan
l. Ruang Staf Administrasi
m. Ruang Pengolahan dan Pemrosesan
Perlengkapan yang diperlukan untuk memperlancar jalannya perpustakaan antara lain: rak buku, rak penitipan tas, meja kursi sirkulasi, meja baca untuk pengguna, almari katalog, rak majalah, rak penyimpanan arsip, komputer, mesin tik, papan statistik, kipas angin, lampu penerang, jam dinding, emergency lamp.
D. Pengguna Perpustakaan
Tugas utama Perpustakaan STAIBN adalah membantu para mahasiswa memperoleh sumber informasi. Membantu dalam arti harfiahnya adalah melayani dan memenuhi kebutuhan mahasiswa setiap jurusan yang ada.
Tugas dan fungsi yang berhubungan dengan STAIBN adalah satu wujud kepedulian terhadap pelayanan Pengguna Perpustakaan antara lain :
1. Mahasiwa-Mahasiswi
2. Pengajar/Dosen
3. Peneliti dan semua unsur yang terlibat di dalam kegiatan akademik.
Di bidang pendidikan, Perpustakaan STAIBN harus mampu mengubah metode dan suasana belajar-mengajar agar mahasiswa dan dosen sama-sama aktif dan dinamis dalam upaya pendayagunaan perpustakaan secara optimal. Perpustakaan juga memungkinkan mahasiswa dan dosen mengembangkan kreativitas dan imajinasi mereka. Kedua pihak ini adalah aset bagi pepustakaan itu sendiri.
Kebutuhan mahasiswa dan dosen sangat beragam, sehingga koleksi harus terpenuhi untuk menjawab kebutuhan mahasiswa dan dosen tersebut, Perpustakaan STAIBN menyediakan koleksi buku meliputi berbagai disiplin ilmu, antara lain koleksi umum, filsafat, agama, sosial politik, ekonomi, ilmu-ilmu budaya, kesusastraan dan sejarah dan lain-lain. Koleksi-koleksi tersebut diharapkan berguna untuk memenuhi setiap kebutuhan mahasiswa di STAIBN Tegal dan semua unsur yang terlibat di dalam kegiatan akademik.

BAB III

KEGIATAN PERPUSTAKAAN


A. Pengadaan Bahan Pustaka
Dalam kegiatan pengadaan bahan pustaka di Perpustakaan STAIBN dapat meliputi:
a. Menyeleksi tambahan koleksi
b. Mengadakan pengadaan koleks
1. Mengadakan pembelian.
2. Pemberian hadiah tanpan diminta.
3. Hadiah atas permintaan.
4. Pertukaran.
c. Menyiapkan Desirata
d. Mengadakan pemesanan dan pembelian
e. Pembuatan file atau administrasi pengadaan
1. File pemesanan.
2. File kwintansi penerbit (invoice penerbit).
3. File bukti Pembayaran dari Bank.
4. File Desiderata.
f. Statistik Pengadaan
B. Pengolahan Bahan Pustaka
Kegiatan pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) masih menggunakan cara manual, termasuk inventaris. Kegiatan pengolahan bahan pustaka meliputi:
a. Pra-Katalogisasi
1. Penerimaan
2. Pengecekan
3. Pemberian Nomor Induk
b. Katalogisasi
1. Menetapkan jenis buku
2. Menentukan pengarang
3. Menentukan judul
4. Menentukan subyek
5. Menentukan nomor kelas
6. Memasukan dalam pangkalan data (otomasi), tetapiu dalam hal ini dilakukan penulisan data ke dalam buku inventaris (manual)
c. Pasca Katalogisasi
1. Penempelan label
2. Penempelan kantong buku
3. Penempelan slip tanggal kembali (date due)
4. Pembuatan dan memasukan kartu buku
5. Menjajarkan buku pada rak buku
6. Untuk sasat ini pembuatan kartu katalog telah selesai dilakukan.
C. Pelayanan Bahan Pustaka
Pelayanan Perpustakaan STAIBN menggunakan sistem terbuka. Pelayanan referensi digunakan untuk melakukan rujukan dan penelitian.
Untuk jadwal pelayanan ditempat diatur sebagai berikut:
NO HARI WAKTU (WIB) KETERANGAN
1.
2.
3.
4.
5.
6. Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu 08.00-17.30
08.00-17.30
08.00-17.30
08.00-17.30
08.00-11.00
08.00-17.30 Hari Minggu tutup
Jumlah anggota perpustakaan sampai dengan Agustus 2010 mencapai 700 anggota, yang terdiri dari Mahasiswa, dosen, dan elemen STAIBN. Adapun persyaratan dan ketentuan peminjaman, blangko pendaftaran dan blangko penagihan buku, terlampir.

BAB IV

MASALAH DAN PEMECAHAN


A. Masalah
Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal. Fasilitas yang tersedia sangat mendukung proses pembelajaran bagi Mahasiswa. Namun banyak permasalahan yang dihadapi dari berbagai aspek.
Mengingat Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal. melayani seluruh Mahasiswa yang berjumlah 700 (Tujuh ratus) jiwa, yang berada di STAIBN Kabupaten Tegal, Maka jumlah koleksi yang harus disediakan haruslah banyak. Namun yang sekarang dimiliki total koleksi sejumlah kurang lebih 2.000 buku.
Berdasarkan jenis pelayanan dan luas kantor pelayanan, Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal maka dibutuhkan cukup banyak petugas Perpustakaan khususnya pada bagian sirkulasi atau pelayanan. Sedangkan realita yang ada, petugas Perpustakaan jumlahnya tidak mencukupi untuk melayani pengunjung yang jumlahnya sangat banyak.
Pustakawan di Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal hanya ada dua orang. Padahal tugas pustakawan sangat banyak dalam mengolah Perpustakaan. Hal ini menyebabkan dalam pengolahan Perpustakaan tidak dapat berjalan denagn lancar dan baik.
Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal kurang didukung oleh berbagai jenis kegiatan atau lomba yang berbasis membaca.
B. Pemecahan
Masalah tersebut diatas dapat diatasi dengan cara:
a. Untuk mengatasi masalah koleksi hendaknya Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal menambah jumlah koleksi sesuai dengan kebutuhan. Dan mengajukan anggaran pengadaan bahan pustaka yang lebih besar kepada Keluarga Besar STAIBN dan Juga Kepemerintahan terkait.
b. Untuk mengatasi masalah pelayanan hendaknya Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal menambah pegawai Perpustakaan yang lebih banyak dan mempunyai pendidikan minimal D- II Ilmu Perpustakaan.
c. Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal hendaknya menambah Pustakawan paling tidak berjumlah tiga orang lagi yang mempunyai pendidikan minimal D-II Ilmu Perpustakaan, agar pengolahan perpustakaan dapat berjalan lancar dan baik.
d. Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal hendaknya mengadakan kegiatan atau lomba berbasis membaca yang cukup banyak meliputi : lomba sinopsis, resensi buku, story telling, membaca, pidato, mengarang dan membuat majalah dinding yang diselenggarakan secara berjenjang menurut tingkat pendidikan. Agar Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal banyak dikunjungi Anggotanya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


Setelah dilaksanakan Praktik Kerja Perpustakaan di STAIBN Kabupaten Tegal, dapat ditarik kesimpulan dan saran sebagai berikut:
A. Kesimpulan
Dari pengamatan yang telah dilakukan penulis dapat menarik kesimpulan bahwa:
1. Perpustakaan merupakan tempat belajar sepanjang hayat.
2. Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal letaknya strategis dan berada dalam lingkungan pendidikan dan dapat meningkatkan mutu pendidikan.
3. Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal merupakan perpustakaan khusus yang bangunannya Sederhana dengan pengaturan interior ruang yang cukup rapi, bersih, dan tertata baik sehingga menjadikan pengunjung merasa betah dan nyaman.
4. Setelah penyelenggaraan PKP sangat memberi pengalaman kepada mahasiswa untuk bekal dan berperan sebagai petugas profesional perpustakaan.
5. Tugas-tugas di Perpustakaan yang diikuti oleh semua mahasiswa PKP) menjadi arena latihan dan pengembangan ketrampilan selama mengikuti PKP.
6. Tugas-tugas selam mengikuti PKP membuka wawasan dan pengembangan ketrampilan seluruh mahasiswa PKP.
7. Pelaksanaan PKP secara keseluruhan termasuk pelaporan menjadi medan ujian akademik dan skill yang akan membentuk jiwa profesionalisme para mahasiswa peserta PKP, serta memiliki arti penting bagi mahasiswa peserta PKP menjadi pustakawan profesional.
8. PKP bagi mahasiswa merupakan ajang implementasi mahasiswa peserta PKP baik secara akademik maupun skill dari semua mata kuliah yang diberikan sepanjang mahasiswa megikuti Program Studi D-II Ilmu Perpustakaan.

B. Saran
Setelah penulis melaksanakan PKP, maka penulis memberi saran sebagai berikut:
1. Kantor perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal perlu meningkatkan pelayanannya dengan menambah atau memperbaiki fasilitas yang ada.
2. Kantor Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal perlu menambah jumlah koleksi agar mencukupi kebutuhan penggunanya.
3. Kantor Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal membutuhkan penambahan sumber daya manusia yang banyak.
4. Kantor Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal memerlukan pustakawan minimal 3 pustakawan.
5. Kantor Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal membutuhkan peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang memadai.
6. Kantor Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal perlu melaksanakan layanan internet.
7. Kantor Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal perlu melakukan berbagai macam kegiatan atau lomba berbasis membaca.
8. Kantor Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal sebaiknya sering mengadakan berbagai macam kegiatan sosialisasi dan promosi kepada Mahasiswa STAIBN agar semakin mengetahui eksistensi Kantor Perpustakaan STAIBN Kabupaten Tegal

DAFTAR PUSTAKA


Nuraini, Siti. (2007). Panduan Praktek Kerja Perpustakaan (untuk mahasiswa) Program Studi D-II Perpustakaan. Jakarta : Universitas Terbuka.
Purwono. (2007). Perpustakaan Dan Kepustakawanan. Jakarta : Universitas Terbuka.
Martoatmodjo, Karmidi. (2008). Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta : Universitas Terbuka.
Yulia, Yuyu. (2009). Pengolahan Bahan Pustaka. Jakarta : Universitas Terbuka.
Kantor Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Kabupaten Tegal. (2010). Program Kerja Tahun 2010. Tegal : Kantor Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Kabupaten Tegal.
»»  Teruske Moco Yuk....

TV ONE ONLINE



Widget Powered by: chand
»»  Teruske Moco Yuk....

MULTI TV ONLINE

»»  Teruske Moco Yuk....

MAKALAH HUBUNGAN ANTARA BUDAYA DAN PERILAKU

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Budaya merupakan salah satu unsur dasar dalam kehidupan social. Budaya mempunyai peranan penting dalam membentuk pola berpikir dan pola pergaulan dalam masyarakat, yang berarti juga membentuk kepribadian dan pola piker masyarakat tertentu. Budaya mencakup perbuatan atau aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh suatu individu maupun masyarakat, pola berpikir mereka, kepercayaan, dan ideology yang mereka anut.

Tentu saja pada kenyataannya budaya antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya berbeda, terlepas dari perbedaan karakter masing-masing kelompok masyarakat ataupun kebiasaan mereka. Realitas yang multi budaya ini dapat kita jumpai di negara-negara dengan komposisi penduduk yang terdiri dari berbagai etnis, seperti Indonesia, Uni Soviet (sekarang, Rusia), Yugoslavia (sekarang terpecah menjadi beberapa Negara) dan lain-lainnya. Kondisi Negara dengan komposisi multi budaya rentan terhadap konflik dan kesenjangan social. Memang banyak factor yang menyebabkan terjadinya berbagai konflik tersebut, akan tetapi sebagai salah satu unsur dasar dalam kehidupan social, budaya mempunyai peranan besar dalam memicu konflik.

Berbicara budaya adalah berbicara pada ranah sosial dan sekaligus ranah individual. Pada ranah sosial karena budaya lahir ketika manusia bertemu dengan manusia lainnya dan membangun kehidupan bersama yang lebih dari sekedar pertemuan-pertemuan insidental. Dari kehidupan bersama tersebut diadakanlah aturan-aturan, nilai-nilai kebiasaan-kebiasaan hingga kadang sampai pada kepercayaan-kepercayaan transedental yang semuanya berpengaruh sekaligus menjadi kerangka perilaku dari individu-individu yang masuk dalam kehidupan bersama. Semua tata nilai, perilaku, dan kepercayaan yang dimiliki sekelompok individu itulah yang disebut budaya.

Pada ranah individual adalah budaya diawali ketika individu-individu bertemu untuk membangun kehidupan bersama dimana individu-individu tersebut memiliki keunikan masing-masing dan saling memberi pengaruh. Ketika budaya sudah terbentuk, setiap individu merupakan agen-agen budaya yang memberi keunikan, membawa perubahan, sekaligus penyebar. Individu-individu membawa budayanya pada setiap tempat dan situasi kehidupannya sekaligus mengamati dan belajar budaya lain dari individu-individu lain yang berinteraksi dengannya. Dari sini terlihat bahwa budaya sangat mempengaruhi perilaku individu.

Budaya telah menjadi perluasan topik ilmu psikologi di mana mekanisme berpikir dan bertindak pada suatu masyarakat kemudian dipelajari dan diperbandingkan terhadap masyarakat lainnya. Psikologi budaya mencoba mempelajari bagaimana faktor budaya dan etnis mempengaruhi perilaku manusia. Di dalam kajiannya, terdapat pula paparan mengenai kepribadian individu yang dipandang sebagai hasil bentukan sistem sosial yang di dalamnya tercakup budaya. Adapun kajian lintas budaya merupakan pendekatan yang digunakan oleh ilmuan sosial dalam mengevaluasi budaya-budaya yang berbeda dalam dimensi tertentu dari kebudayaan.

B. Rumusan Masalah
“Apa hubungan antara Budaya dan Perilaku ?”

C. Tujuan Penulisan
Untuk Mengetahui bahwa Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai :
1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya
2. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. Pembeda manusia dan binatang
5. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6. Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7. Sebagai modal dasar pembangunan.


BAB II

PEMBAHASAN


A. Pengertian Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

a. Kebudayaan
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

b. Unsur- unsur Kebudayaan
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok :
1. alat-alat teknologi
2. sistem ekonomi
3. keluarga
4. kekuasaan politik
2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi :
1. sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
2. organisasi ekonomi
3. alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
4. organisasi kekuatan (politik)

Berdasarkan wujudnya, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
a. Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.

b. Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

B. Pengertian Perilaku
Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo, 2003).

Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme – Respon.

Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2003) :

1. Perilaku tertutup (convert behavior)
Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (convert). Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang terjadi pada orang yang menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain.

2. Perilaku terbuka (overt behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek, yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat oleh orang lain.

Menurut Lowrence Green, perilaku ditentukan atau terbentuk dari tiga faktor :
1. Faktor predisposisi ( predis posing factors )yang terwujud dalam pengetahuan, sikap kepercayaan, keyakinan, nilai – nilai dan sebagainya.
2. Faktor pendukung ( enabling factors ) yang terwujud dalam linkungan fisik, tersedia atau tidak tersedia sarana.
3. Faktor pendorong ( reinforcement factors ) yang terwujud dalam sikap dan perilaku, kebijakan dan lain – lain.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan adalah hasil dari seseorang setelah orang tersebut melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu dan pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk perilaku seseorang.

C. Hubungan Antara Kebudayaan dan Perilaku
Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan.
Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.

Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai :
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulatorkebudayaan
4) penciptakebudayaan.

Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.
Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

Manusia Sebagai Pencipta Dan Pengguna Kebudayaan

Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya.

Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai:

1. Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. Pembeda manusia dan binatang
a. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
b. Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
5. Sebagai modal dasar pembangunan.

Proses Dan Perkembangan Kebudayaan
Kebudayaan adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia oleh karenanya kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perkembangan manusia itu. Perkembangan tersebut dimaksudkan untuk kepentingan manusia itu sendiri, karena kebudayaan diciptakan oleh dan untuk manusia.

Kebudayaan yang dimiliki suatu kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok lain dengan adanya kontak-kontak antar kelompok atau melaui proses difusi. Suatu kelompok sosial akan mengadopsi suatu kebudayaan tertentu bilamana kebudayaan tersebut berguna untuk mengatasi atau memenuhi tuntunan yang dihadapinya.

Pengadopsian suatu kebudayaan tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor lingkungan fisik. Misalnya iklim topografi sumber daya alam dan sejenisnya. Dari waktu ke waktu, kebudayaan berkembang seiring dengan majunya teknologi (dalamhal ini adalah sistem telekomunikasi) yang sangat berperan dalam kehiduapan setiap manusia.

Perkembangan zaman mendorong terjadinya perubahan-perubahan disegala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Mau tidak mau kebudayaan yang dianut suatu kelompok sosial akan bergeser. Suatu kelompok dalam kelompok sosialbisa saja menginginkan adanya perubahan dalam kebudayaan yang mereka anut, dengan alasan sudah tidak sesuai lagi dengan zaman yang mereka hadapi saat ini. Namun, perubahan kebudayaan ini kadang kala disalah artikan menjadi suatu penyimpangan kebudayaan.

Hal yang terpenting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap prilaku reguler (yang tampak) yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan. Karena tidak jarang perilaku yang ditampilkan sengat bertolak belakang dengan budaya yang dianut didalam kelompok sosial yang ada di masyarakat. Sekali lagi yang diperlukan adalah kontrol / kendali sosial yang ada di masyarakat sehingga dapat memilah-milah mana kebudayaan yang sesuai dan mana yang tidak sesuai.

Perubahan Kebudayaan

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) sesuai dengan perkembangan manusia itu sendiri, oleh sebab itu tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian, kebudayaan akan mengalami perubahan. Adalima penyebab terjadi perubahan kebudayaan yaitu:
1. Perubahan lingkungan alam
2. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan kelompok lain
3. Perubahan karena adanya penemuan (discovery)
4. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh bangsa lain ditempat lain.
5. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsisuatu pengetahuan atau kepercayaan baru atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.










BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN


A. KESIMPULAN
Dari Uraian diatas dapat kami simpulkan bahwa manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan akan terus berhadapan dengan problematika kebudayaan. Salah satu yang harus diperhatikan yaitu bagaimana kita menyikapi perubahan dan perkembangan kebudayaan. Kebudayaan akan terus mengalami perubahan selama manusia hidup dimuka bumi ini karena kebudayaan bersifat dinamis. Dan yang terpenting dari itu semua adalah bagaimana kita menyikapi dan memilah milah kebudayaan asing yang masuk dan mengintervensi kebudayaan asli yang kita kita miliki.
B. SARAN
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) sesuai dengan perkembangan manusia itu sendiri, oleh sebab itu tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian, kebudayaan akan mengalami perubahan. Oleh karena itu sebagai manusia dan masyarakat sudah kewajiban kita melestarikan dan menjaga kelestarian budaya tersebut.



DAFTAR PUSTAKA


• Robbins, Stephen P. Prinsip – prinsip Perilaku Organisasi, Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama, 2002
• Ihromi, T.O., Pokok-pokok Antropologi Budaya, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1996.
• Hersey, Paul dan Kenneth H. Blanchard. 1995. Manajemen Perilaku Organisasi : Pendayagunaan Sumber Daya Manusia. Terjemahan Agus Dharma. Jakarta. Erlangga
• Kroeber, A. L. and C. Kluckhohn, 1952. Culture: A Critical Review of Concepts and Definitions. Cambridge, MA: Peabody Museum
• Triandis, H.C. (1994). Culture and Social Behavior. New York : McGraw-Hill.
• Ratner, C. (2000). Outline of Coherent, Comprehensive Concept of Culture : The Problem of Fragmentary Notions of Culture. Cross-Cultural Psychology Bulletin, 35 : 5-11
• Segall, M.H., Dasen, P.R., Berry, J.W., & Poortinga, Y.H. (1999). Human Behavior in Global Perspective : An Introduction to Cross-Cultural Psychology. New York : Pergamon Press.
»»  Teruske Moco Yuk....

MAKALAH PENCEMARAN TANAH

MAKALAH PENCEMARAN TANAH

A. Pendahuluan
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. Memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut, tetapi sebagian besar dari makanan kita berasal dari permukaan tanah.. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita menjaga kelestarian tanah sehingga tetap dapat mendukung kehidupan di muka bumi ini. Akan tetapi, sebagaimana halnya pencemaran air dan udara, pencemaran tanah pun akibat kegiatan manusia juga.

B. Pengertian Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 150 tahun 2000 tentang Pengendalian kerusakan tanah untuk produksi bio massa: “Tanah adalah salah atu komponen lahan berupa lapisan teratas kerak bumi yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik serta mempunyai sifat fisik, kimia, biologi, dan mempunyai kemampuan menunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.”
Tetapi apa yang terjadi, akibat kegiatan manusia, banyak terjadi kerusakan tanah. Di dalam PP No. 150 th. 2000 di sebutkan bahwa “Kerusakan tanah untuk produksi biomassa adalah berubahnya sifat dasar tanah yang melampaui kriteria baku kerusakan tanah”.
Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

C. Penyebab Pencemaran Tanah
Secara umum, Pencemaran tanah dapat disebabkan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian.
Limbah domestik
Limbah domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.
1. Limbah padat berupa sampah anorganik. Jenis sampah ini tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (non-biodegradable), misalnya kantong plastik, bekas kaleng minuman, bekas botol plastik air mineral, dsb.
2. Limbah cair berupa; tinja, deterjen, oli, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah.

Limbah industri

Limbah domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.
1. Limbah industri berupa limbah padat yang merupakan hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan buah, ikan daging dll.
2. Limbah cair yang merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam.

Limbah pertanian

Limbah pertanian berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah/tanaman, misalnya pupuk urea Pestisida pemberantas hama tanaman misalnya DDT.

D. Dampak Pencemaran Tanah
a. Pada Kesehatan
Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.

Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.

b. Pada Ekosistem
Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.
Sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.

Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.

E. Penanganan
a. Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.

b. Bioremediasi

Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).

F. Pencegahan
Tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan macam bahan pencemar yang perlu ditanggulangi. Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran antara lain dapat dilakukan sebagai berikut:

Langkah pencegahan
Pada umumnya pencegahan ini pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran, misalnya mencegah/mengurangi terjadinya bahan pencemar, antara lain:
1) Sampah organik yang dapat membusuk/diuraikan oleh mikroorganisme antara lain dapat dilakukan dengan mengukur sampah-sampah dalam tanah secara tertutup dan terbuka, kemudian dapat diolah sebagai kompos/pupuk.
2) Sampah senyawa organik atau senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara membakar sampah-sampah yang dapat terbakar seperti plastik dan serat baik secara individual maupun dikumpulkan pada suatu tempat yang jauh dari pemukiman, sehingga tidak mencemari udara daerah pemukiman. Sampah yang tidak dapat dibakar dapat digiling/dipotong-potong menjadi partikel-partikel kecil, kemudian dikubur.
3) Pengolahan terhadap limbah industri yang mengandung logam berat yang akan mencemari tanah, sebelum dibuang ke sungai atau ke tempat pembuangan agar dilakukan proses pemurnian.
4) Penggunaan pupuk, pestisida tidak digunakan secara sembarangan namun sesuai dengan aturan dan tidak sampai berlebihan.
5) Usahakan membuang dan memakai detergen berupa senyawa organik yang dapat dimusnahkan/diuraikan oleh mikroorganisme.

G. Tanah Tercemar dan Tidak Tercemar
Tanah tercemar

Tanah indonesia terkenal dengan kesuburanya. Hingga dalam sejarah Indonesia pernah tercetat. Kesuburan itu telah mengundang para penjajah asing untuk mengeksploitasinya. Fenomena sekarang lain lagi. Sebagian tanah Indonesia tercemar oleh polusi yang diakibatkan oleh kelainan masyarakat. Pencemaran ini menjadikan tanah rusak dan hilang kesuburanya, mengandung zat asam tinggi. Berbau busuk, kering, mengandung logam berat, dan sebagainya. Kalau sudah begitu maka tanah akan sulit untuk dimanfaatkan.

Dari pernyataan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri tanah tercemar adalah :
1. Tanah tidak subur
2. pH dibawah 6 (tanah asam) atau pH diatas 8 (tanah basa)
3. Berbau busuk
4. Kering
5. Mengandung logam berat
6. Mengandung sampah anorganik

Tanah tidak tercemar

Tanah yang tidak tercemar adalah tnah yang masih memenuhi unsur dasarnya sebagai tanah. Ia tidak mengandung zat-zat yang merusak keharaanya. Tanah tidak tercemar bersifat subur, tidak berbau busuk, tingkat keasaman normal. Yang paling utama adalah tidak mengandung logam berat. Tanah yang tidak tercemar besar potensinya untuk alat kemaslahatan umat manusia. Pertanian dengan tanah yang baik bisa mendatangkan keuntungan berlipat ganda.

Dari pernyataan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri tanah tercemar adalah :
1. Tanahnya subur
2. Trayek pH minimal 6, maksimal 8
3. Tidak berbau busuk
4. tidak kering, memiliki tingkat kegemburan yang normal
5. Tidak Mengandung logam berat
6. Tidak mengandung sampah anorganik

H. Penutup

Sebagian besar kekayaan kita diperloleh dari tanah. Kehidupan di bumi ini sangat bergantung pada tanah. Tumbuhan memperoleh air dan mineral dari tanah. Makanan yang kita peroleh dan hewan bergantung pada tumbuhan. Jadi makanan kita sebenarnya berasal dari tanah.

Semua bahan yang kita perlukan dalam memehuhi kebutuhan dapat diperoleh dari tanah, secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu marilah kita bersama-sama menjaga kelestariannya, demi kelangsungan anak, cucu kita dimasa datang.
»»  Teruske Moco Yuk....

MARI BERSIKAP TEGAS!

Ciri Pemimpin


Sangat disayangkan jika saat memimpin, seseorang tidak memiliki sikap tegas, terutama dalam memutuskan atau bertindak. Sebab, bawahan akan dihadapkan pada ketidakjelasan, bahkan bisa mengarah pada “pengambangan” masalah.

Hal-hal penting dalam pekerjaan yang seharusnya sudah dapat ditindaklanjuti bisa tertunda untuk beberapa lama karena tidak secara tegas ditetapkan. Kadang-kadang ada keragu-raguan pada pimpinan yang tidak tegas untuk memutuskan, apalagi kalau belum mendapat dukungan kuat dari bawahan atau kelompok kerjanya. Sikap semacam ini seharusnya tidak ada pada mereka yang keputusan atau tindakannya akan mempengaruhi dan menentukan kerja orang lain.

Perlu diketahui bahwa sikap tidak tegas ini bukan hanya dimiliki oleh atasan Anda. Saya menjumpai tak sedikit pemimpin yang tidak mampu bersikap tegas.
Tentu saja ini bukan kenyataan yang harus dimaklumi dan diterima begitu saja. Apalagi kita tahu bahwa salah satu ciri perilaku yang harusnya menonjol dari pemimpin adalah sikap tegas.

Lebih dari itu, sikap tegas bukan hanya diharapkan dari seorang pemimpin, melainkan dari setiap orang yang di dalam menjalankan perannya punya tanggung jawab mengendalikan atau mengarahkan perilaku orang lain. Misalnya guru, polisi, dokter, hakim, petugas lalu lintas udara, wasit, tukang parkir, dan masih banyak contoh lain.

Ketidaktegasan sikap masing-masing pemeran ini bisa menimbulkan akibat yang merugikan pihak lain yang memerlukan arahannya. Sementara itu, dalam memilih atau menentukan orang-orang yang diberi peran, seringkali sikap ini kurang mendapat perhatian serius.

Keraguan Runi


Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan satu pengalaman yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Belum lama ini saya didatangi seorang mantan mahasiswi, sebut saja Runi, yang baru saja lulus S-1. Ia minta waktu untuk curhat.
Rupanya ia sedang berada di persimpangan jalan untuk melanjutkan hubungannya dengan sang pacar atau tidak. Pasalnya, ia tidak pernah mendapat kepastian kapan sang pacar mau datang melamar ke orangtuanya.

Mereka sudah berhubungan selama lebih dari tiga tahun. Namun, setiap kali Runi mulai mengarahkan pembicaraan ke soal pernikahan, sang pacar selalu menghindar dengan berbagai dalih.

Runi mengaku sangat mencintai sang pacar karena banyak sifat baik yang dimilikinya. Sekarang ini, setelah lulus, Runi ingin segera menikah karena memang itu pula yang diharapkan orangtuanya. Namun, seperti yang sudah-sudah, sang pacar tak mengatakan “tidak mau” atau “ya, mau”.

Ketika Runi mempertanyakan apakah sebenarnya sang pacar tidak mencintai dirinya, dengan panjang lebar ia mencoba membuktikan bahwa tidak ada perempuan lain yang disayanginya kecuali Runi. Di sini Runi heran, mengapa sang pacar tidak bisa bersikap tegas? Ia jadi bingung, harus bersikap bagaimana agar bisa mendapat kepastian.

Kecenderungan Menunda


Sikap tidak tegas adalah kecenderungan untuk menunda keputusan yang biasanya disebabkan adanya ketakutan dalam menerima akibat atau konsekuensinya. Meskipun sejumlah orang dapat disebut tegas secara umum, tidak berarti bahwa orang-orang tersebut pasti tegas dalam segala hal. Pada setiap orang yang tegas, pasti didapati juga sikap tidak tegas dalam hal-hal tertentu.

Seorang laki-laki yang sangat tegas di dalam lingkungan kerjanya, bisa sangat tidak tegas kalau sudah harus menghadapi anak-anaknya di rumah. Seorang ibu guru yang dikenal sangat tegas dalam kata dan perbuatannya, ternyata tidak bisa tegas saat menghadapi sang suami. Atau tidak tegas yang situasional sifatnya.

Dengan kata lain, penilaian terhadap sikap tegas seseorang masih perlu dilihat dalam kaitan apa. Yang pasti, kita tak menginginkan orang yang tidak tegas dalam banyak hal atau yang di bidang tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.

Dalam diri seseorang, sikap tegas tersebut tidak diperoleh begitu saja pada saat dilahirkan. Ia tumbuh dan berkembang, terutama dipengaruhi oleh pola asuh orangtua dan pengalaman hidup.

Orangtua yang terlalu banyak melindungi dan atau selalu ikut menentukan apa yang harus dilakukan, menyebabkan anak sulit bersikap tegas. Ia tidak terlatih untuk menentukan sikap dan sekaligus menerima konsekuensi atas tindakannya sendiri.
Begitu pula anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang harus selalu bersikap manis agar menghormati dan disenangi lingkungan. Dalam situasi ia harus tegas kepada orang lain, biasanya ia kurang mampu.

Sikap tidak tegas juga bisa berkembang karena pengalaman. Seseorang bisa menjadi tidak tegas karena dalam sejumlah besar pengalaman hidupnya, pada saat ia sulit memutuskan, ada saja orang lain yang lalu mengambil keputusan untuknya. Atau kalau ia mengharapkan dukungan orang lain pada saat harus mengambil tindakan, ia selalu memperolehnya.

Pengalaman sebaliknya juga bisa terjadi. Orang berubah menjadi tidak tegas karena setiap kali bersikap demikian, justru mendapatkan hasil yang tak menyenangkan.

Bisa Diperbaiki


Kembali pada pertanyaan Anda tentang sikap pimpinan baru tadi, besar kemungkinan ia adalah orang yang dibesarkan oleh pola asuh yang menuntutnya selalu bersikap manis kepada orang lain. Biasanya mereka yang dibesarkan dengan cara ini selalu berusaha disenangi oleh banyak orang dan menghindarkan diri untuk tidak menyakiti orang lain.
Bisa juga bukan karena pola asuh orangtuanya seperti itu, melainkan pengalaman yang diperoleh dalam pergaulan dengan lingkungannya. Ia lebih banyak mendapatkan konsekuensi menyenangkan setiap kali berbuat baik kepada orang lain. Sebagai akibatnya, ia selalu berusaha untuk tidak menyakiti atau berkonflik dengan orang lain.

Mengapa kecenderungan ini lebih besar kemungkinannya, hal ini berhubungan dengan keterangan Anda bahwa ia adalah pribadi yang menyenangkan dan pandai bergaul. Selain itu, salah satu contoh dari akibat yang Anda kemukakan adalah terjadinya konflik antara dua kepala unit, yang kira-kira menggambarkan adanya ketentuan atau keputusan yang tidak tegas bagi kedua unit tadi.

Kalau Anda juga mempertanyakan apakah sikap tidak tegas masih dapat diperbaiki, jawabannya bisa, tapi dengan persyaratan tertentu. Ketidaktegasan hanyalah alat seseorang untuk mencapai hal yang dia inginkan atau menghindari apa yang ia takutkan.

Kalau pengalaman menunjukkan bahwa alat ini tidak efektif, secara berangsur ia akan meninggalkan ketidaktegasan untuk menjadi lebih tegas. Sekarang tinggal bagaimana kita membantu agar ia mendapatkan “hukuman” setiap kali bertindak tidak tegas.
Dalam kasus Anda, yang dimaksudkan dengan “hukuman” bisa saja memberikan umpan-balik (feed-back) kepadanya, antara lain dengan menunjukkan akibat dari ketidaktegasannya, mumpung ia relatif masih baru. Kalau ia orang yang baik, dalam arti cukup dewasa, mestinya ia akan berupaya untuk memperbaiki sikapnya.

Perlu Dibantu


Lain halnya dengan apa yang pernah saya sarankan kepada Runi. Saya mengatakan kepadanya bahwa dalam hal ini sang pacar perlu dibantu untuk memutuskan. Artinya, Runi tidak bisa mengharapkan ketegasan jawaban keluar secara spontan dari sang pacar.

Meskipun Runi adalah pihak perempuan, mungkin ia yang harus memutuskan lebih dahulu agar sang pacar mau mengikutinya. Bisa saja sang pacar adalah orang yang sulit tegas kalau harus mengambil keputusan menyangkut persoalan pribadi.
Dalam hal semacam ini ia justru memerlukan orang lain untuk membantu memutuskan sesuatu baginya. Gambaran ini bisa saja akan berbeda dengan sikapnya di tempat kerja kalau ia harus bertindak.

Mudah-mudahan contoh ini dapat memberi gambaran jelas bagi kita.
»»  Teruske Moco Yuk....

MATAKU ENGGAN TERPEJAM

Dalam hening berbicaralah naluriku. Memutar durasi waktu malam yang mengerikan. Teriakan hewan malam yang lantang seakan menegangkan dan menambah kegalauan. Semilir angin malam beradu memutar pusar malam dengan berbagai kejadian. Semua masih terdengar di telingaku. Itu pertanda bahwa aku tak dapat memejamkan mata.

“Ya Rabb....,” mata ini seakan sulit untuk kupejamkan. Sakit dan perihnya pelupuk mata kupaksakan. Sembab rasanya saat kantuk tak jua tiba!

“Saudaraku.... Betapa sangat berharganya karunia Allah untuk kita... rasa kantuk, rasa lapar, kemampuan untuk bernafas dengan sempurna, kemampuan untuk bicara dengan sempurna, kemampuan untuk tertawa lepas menghibur lara.... coba kita bayangkan! Seandainya dalam hidup ini kita hanya mempunyai salah satu dari nikmat tersebut betapa limpungnya kita.... seandainya dalam hidup ini kita tidak mendapatkan salah satu nikmat itu betapa susahnya hidup ini?? Inilah menjadi bahan perenungan kita bersama.....” Suara penyiar radio di program Muhasabah membuatku tercenung. Kini aku mengalami salah satu problema yang belum terpecahkan.

Ingin sekali aku segera tertidur dalam buai malam yang indah, bermimpi bertemu orang-orang tercinta, dan bangun esok hari dengan semangat saat segala asa menghadang titian jiwa.

***

Kukuruyukk.... kukuruyuukkk

Kokok ayam jantan terdengar jelas di telingaku. Itu berarti aku tak mampu pejamkan mata hingga pagi menjelma. Lantas aku terbangun dari kepura-puraan tidurku. Aku belum mampu terpejam walau sekejap! Betapa tersiksanya diriku. Lelah sudah aku menata mata. Letih sudah aku berdusta untuk tidur dengan pura-pura. Bosan sudah aku tidur dengan jiwa yang masih terus bicara. Aku ingin tidur dengan sempurna dan tenang bersama rasa kantuk yang mendera. Tapi kapankah ia datangnya???

***

“Sampai kapan aku seperti ini Nti?”

“Nti ga tau mbak.... apa yang kau fikirkan?”

“Aku tiada tau, tapi sungguh! Aku amat menderita, tidurku di kamar hanya pura-pura, aku tak dapat menikmati lezatnya berbaring, berbantalkan rahmat dan karunia Allah Nti...., Nti tau maksud anna?”

“Jangan.... jangan...”

“Jangan.... jangan.... apa Nti,” sahutku menyelidik.

“Mbak Ratih yang gag menjaga kebersihan. Bantalnya bau, selimutnya kotor, itu mempengaruhi lo mbak....,” binar kata Yanti padaku.

“Enak aja... Sori lah yaw... Harum atuh baunya...”

“Ruangan kamarnya yang dekil??”

“Sori ukht!! Clean!! Tapi sungguh aku tak bisa tidur. Aku hanya membolak-balikkan tubuh dengan sandiwara yang letih. Hingga aku menangis meratap ke Allah... tapi tak datang!! Aku harus gimana Nti??”

“Kebanyakan kafein ya?”

“Enggak! Aku gag pernah mencicipi hal sedemikian,” lanjutku membela diri.

“Kalau begitu aku tahu sebabnya...,”

“Apa??”

“Kasmaran ma ikhwan!”

“Enggak ukhti, aku tidak sedang kasmaran, kasmaran dengan ikhwan mana?? Siapa??”

“Mana aku tau! Kan ya mbak sendiri yang ngejalani,”

“Tolong Yan... beri aku solusi,”

“Ini solusi yang sadis ya... pake bawang... di potong tyus di colekkan ke mata, ntar perih, trus nangis... dan ujung-ujungnya terpejam terus dan akhirnya tidur,” solusi Yanti yang mengejutkanku.

“Itu tips sehat atau penyiksaan?? Aku ingin tidur sewajarnya ngerti!” pupusku. Sementara Yanti tetap senyum-senyum menatapku.

***

Masih sama.

Sudah 4 hari ini aku bersandiwara dalam limpung di atas bed yang bisu. Tak ada yang aku fikirkan! Aku tidak dalam kelaparan, tapi... rasa kantuk itulah tak kunjung datang.

“Masih hidupkah aku?? Hingga aku tak punya kantuk... masih wajarkan diriku? Ya Allah... dalam keadaan susah seperti ini aku baru mengingatmu... itulah sifat burukku,”

Kembali memoriku berputar. Membayangkan betapa indahnya tidur. Ketika esok hari ku bangun, hadirlah cerah sang surya membangun diri dengan penuh dengan kemenangan dan segala harapan. Tapi dimanakah rasa kantuk yang kurindukan ini???

Posisi tidur dan suasana di kamar tidur telah aku ubah menjadi istana kecil tempat aku bernaung. Tapi hasilnya?? Nihil! Jangankan tidur, terpejam saja tidak. Akalku lelah mencari ide-ide brilian untuk ciptakan kantuk. Tapi ternyata tak bisa. “Allah... aku rindu kantuk!”

***

“Anna tersiksa ummi....”

“Nah sekarang apa yang dapat kamu ambil hikmah?? Sebuah pelajaran bagi hidupmu, belum bisa tidur dalam hitungan hari kamu sudah tidak karuan, apalagi kalau bertahun-tahun kamu seperti ini. Sekarang kamu baru sadar kan,, betapa nikmat Allah itu melimpah, ngantuk itu nikmat.... jangan kamu sepelekan...,” celoteh ummi dengan menatapku gemas.

“Tapi ummi....”

“Dulu kamu sering menyepelekan orang yang susah tidur, mengejek orang dengan menuduhnya macam-macam, sekarang kamu sendiri yang menjalani, seharusnya kamu berfikir sampai kesitu, dan mengambil ibroh dari ini semua,” ummi menegaskan.

“Iya ummi, aku sadar... betapa menderitanya hidup tanpa tidur... baru kali ini aku sadar ummi... betapa nikmat Allah yang diberikan padaku... tapi bagaimana ummi...???” sesalku. Aku masih duduk gusar di hadapan perempuan bermata teduh itu.

“Sudah kamu mencoba dengan membaca buku? Atau menulis?? Sesuatu yang berurusan dengan pena,”

“Sudah Ummi.... tapi sama ajah, aku sudah mencoba tips-tips agar aku bisa tidur, tapi tak jua berhasil, anna bingung ummi....,” kataku lagi.

“Apa yang harus aku lakukan ummi??” pelan kataku menatap bola mata ummiku.

“Ummi tidak tau Nak... hakekatnya yang memberi kantuk itu Allah, bukan ummi. Kalau kamu sudah usaha, tak ada cara lain selain berdoa,” pupus ummi lalu berlalu dari hadapanku.

Aku hanya bingung. Sinar mentari masih bersinar di ufuk barat menerobos celah fentilasi udara menghangatkan suasana. Cahayanya mengirim ketenangan. Aku menatap cahayanya, air mataku melelah pelan. Angin senjam membawa wartanya, bahwa malam akan segera bertandang. Masih ada satu yang aku tunggu, rasa kantuk untuk melebur lelahku.... rasa kantuk untuk mengobati perihnya deritaku....

“Ya Allah ... betapa agungnya kuasa-Mu, betapa berartinya kantuk untuk hidupku.... Betapa besarnya manfaat tidur untuk malam-malamku... maafkan aku Ya Allah.... segera kirimkan kantuk untukku.....,” sepucuk doa kulantunkan di ujung shalat magribku. Kulipat mukena dan sajadahku... mulutku masih berzikir pelan... sementara ragaku masih menunggu. Menunggu... menunggu dan menunggu rasa kantuk menghampiriku.... Ya Allah aku tetap menunggu datangnya satu nikmat-Mu ini....


Karya: Dzikirna Mutiara Yasmin

»»  Teruske Moco Yuk....

KETIKA BUNDA PERGI

Namaku Aini Nurrahman. Gadis 16 belas tahun yang sangat bandel, nakal, dan hampir semua sifat buruk aku yang memiliki. Aku sering bermanja-manja kepada Bundaku, Umi Muclis. Karena kebiasaanku itu ayahnya Irawan Salim juga turut berlaku manja padaku, apalagi aku anak satu-satunya mereka. Jadi aku dianakemaskan oleh mereka. Di suatu malam dengan di sinari cahaya rembulan yang bersinar sempurna.


Lembut udara malam membelai ujung jilbabnya bunda. Bunda memang cantik juga baik hati dan tak pernah merasakan bosan untuk menasehatiku. Bunda selalu mengingatkan aku untuk berbusana muslimah seperti bunda. Tapi aku tak pernah mengindahkan. Aku merasa anak muda yang berpakaian seperti ini adalah anak yang tertinggal zaman, takut mode. Malam ini kami sedang berkumpul di sebuah Minigarden di halaman rumah yang cukup mewah. Fasilitasnya cukup lengkap untuk ukuran saya, yang mempunyai orangtua Low Profile.

@@@

Ruangan kelas kami tanpa seorang pengajar. Tiada yang berani masuk kelas ini. kami sekelas sangat bandel. Pengajar tidak berani masuk karena mereka pasti akan mendapat perlawanan dariku dan teman-teman. Apalagi aku-lah pemimpin mereka. Teman sekelaspun takut padaku.

Seminggu lagi kami akan menghadapi ulangan semester satu, lalu disusul ujian akhir sekolah. Mau tidak mau aku harus siap. Akupun berprinsip ujian kali ini aku tidak boleh gagal. Masa aku harus mengulang 2 kali di kelas 3 SMP ini.

SMP N 3 Nusa Bangsa mengadakan bakti bersih. Semua murid dan para guru membersihkan lingkungan sekolah. Semua bekerja kecuali aku. Aku malah asyik dikantin makan Bakso.

@@@

“Bunda.....,” panggilku ketika kakiku melangkah ke pintu gerbang ke rumah di suatu siang yang cukup terik. Tapi aku tak mendengar jawaban dari dalam rumah. Dengan dongkol aku menerobos masuk rumah.

“Bunda kenapa??,” pekik mulutku panik saat melihat bunda terkapar pingsan dengan mulut penuh darah di lantai dasar.

“Bunda... Bunda... Bangun...”

Akupun menggoncang-goncangkan tubuhnya sekuat tenagaku, tapi bundaku itu tidak bangun. Akupun berlari ke sudut ruangan dan mencari gagang telefon, aku mau menghubungi ayah yang sekarang di kantor. Begitu telefon tersambung aku menceritakan semuanya pada ayah. Alhamdulillah ayah segera mengerti. Aku harus menunggu ayah datang untuk membawa bunda ke rumah sakit. Aku tak boleh melangkah sendiri. Sebisa mungkin aku mencoba menyadarkan bunda. Ku mulai cemas saat tidak ada perubahan pada diri bunda. Ia tetap diam terkapar.

@@@

Ayahku kelihatan panik. Tapi ia tak tinggal diam. Di bawanya bunda ke rumah sakit. Aku hanya diam dengan kenakalanku.

Sabtu siang pulang dari sekolah, kusisiri trotoar jalan yang mengekang. Tujuanku ke rumah sakit dimana bundaku di rawat.

Di sebuah ruangan dingin dan sunyi ayah duduk terdiam. Ayah menatap kedatanganku dengan sikap diamnya. Dengan tampilan yang acak-acakkan tak karuan aku melangkah di depan ayah dan ke kamar bunda. Aku kaget seketika, kenapa semua selang kesehatan semua sudah di turunkan, tak ada lagi oksigen yang kemarin silam aku pandang. Yang kulihat saat ini bundaku tercinta dibaringkan di sebuah ranjang di rumah sakit berselimut kain mori yang putih.

“Ayah bunda kenapa? Kenapa selang kesehatan semua diturunkan??” tanyaku cemas. Tapi ayah hanya diam. Pelan ku sibak selimut, dengan terperanjat kaget aku menjerit,

“Bunda.....”

“Bunda tidak tertolong. Leukimianya kambuh dan membawa kematiannya. Mau tidak mau kamu harus merelakan kepergian bundamu,” kata ayah mengagetkanku.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Bundaku telah meninggal. Kelu kakiku tak mampu melangkah “Bunda.... kenapa kau pergi ketika aku belum sempat meminta maaf padamu?? Aku ingin memperbaiki salahku bunda.... aku janji bunda... bunda.... jangan tidanggalkan aku.....,” teriakku histeris aku mencoba memegang tangannya yang terlihat sangat dingin pucat pasi. Tiba-tiba mataku kabur dan aku merasa tubuhku ringan melayang jatuh. Aku tak tahu lagi apa yang terjadi pada diriku saat ini. Yang jelas tujuanku hari ini, aku ingin meminta maaf pada bundaku.

@@@

Dua minggu setelah bundaku meninggal aku berusaha menepis bayang-bayang bunda yang melekat di pelupuk mataku. Memang tidak mudah. Aku sangat teringat nasehat bundaku yang membekas di telinga bandelku.

Malam purnama sayu ini aku terduduk lesu di pinggiran tempat tidur, menatap ke luar menembus malam mencoba menyapa bintang dengan akalku. Tiba-tiba sosok bayangan ayah berjalan mendekatiku lalu duduk di sampingku. Lalu ayah bertanya “Setelah kepergian bunda, masihkah Aini nakal dan berani pada ayah,” kata ayah dengan mata berkaca-kaca. Akupun menoleh dan memeluk Ayah sambil berkata “Aini nggak nakal ayah.. Aini mau berubah.. Aini ingin membahagiakan Bunda dan Ayah...,” kataku lalu menangis.

Ayahku memelukku erat. “Sayang besok siang kamu harus lihat ya di gudang belakang.... nanti kamu akan tahu penyebab kambuhnya sakitnya Bundamu, bunda terlalu keras memikirkanmu,” kata ayahku lalu pergi meninggalkan aku. Akupun kecewa. “Kenapa ayahku begitu?” aku mengikuti ayahku ke luar kamar. Aku mengekorinya. Ayahku bergerak ke kamar lalu menengkurapkan tubuhnya di Bed tidur, aku mengintip dari luar. Ayahku menangis!!!, akupun ingin tahu, ada apa sebenarnya? Tidak seperti biasanya ayahku menangis. Kenapa ayah menangis tidak ketika bunda meninggal? Kenapa baru sekarang ayah menangis? Dan kenapa ayah kelihatan kecewa dengan ku? Pertanyaan itu berputar-putar di benakku. Aku teringat pesan ayah tadi... “Besok siang aku harus melihat gudang, kata ayah, aku akan tahu penyebab utama kambuhnya penyakit Bunda. Aku segera berlari ke gudang belakang, aku tak menunggu besok siang aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Kunyalakan lampu senter yang ku bawa. Sampai di sana aku tak melihat sesuatupun yang mencurigakan, aku hanya melihat ada bekas darah di sini. Mataku mengarah ke segala isi gudang. Tiba-tiba mataku menatap 2 buah kardus berukuran besar terlihat acak-acakan talinya. Aku mendekati kardus itu, dan ku angkat ku bawa ke kamar. Dua kardus sekaligus. Berat sekali.

Tanpa pikir panjang lagi aku membawa kardus itu ke kamar. Pelan kututup pintu kamar dan tanganku mulai membongkar tali-tali yang mengingat erat kardus itu.

“Huft....!” dan aku sukses membuka tali itu satu persatu, “Apa..????? alangkah kagetnya aku ketika melihat kelima Buku Diary-ku tempatku menyimpan segala kebohonganku selama ini ada di kerdus ini. Yang lainnya berupa lembaran ulangan harianku yang selalu mendapat nilai MERAH dan tak ada yang lain. Berarti sebelum almarhum ibuku meninggal ia telah tahu kalau selama ini aku telah berbuat kebohongan. Aku menipu kedua orang tuaku. Aku pura-pura sekolah padahal di sekolah aku tak pernah diajar guru karena semua guru takut kena tantangan kami. “Ya Allah, maafkan aku,” ku hempaskan tubuhku di Bed dan akupun menangis...., “Aku ingin berubah! Tekadku aku harus lebih baik dari kemarin!, maafkan aku Bunda...., aku menyesal melakukan semua kebodohan ini... Jadi bundaku tercinta penyakitnya kambuh karena ulahku. Astagfirullah....

Oleh: Dzikrina Mutiara Yasmin

»»  Teruske Moco Yuk....

NABI ISHAK AS DAN NABI YAKUB AS



Al-Qur'an al-Karim hanya menyebutkan sekilas tentang kisah Nabi Ishak. Kelahiran nabi ini membawa suatu kejadian yang luar biasa di mana para malaikat menyampaikan berita gembira tentang kelahirannya. Kelahirannya terjadi setelah beberapa tahun dari kelahirannya Nabi Ismail, saudaranya. Had Sarah sangat senang dengan kelahiran Ishak dan kelahiran putranya Yakub as. Tetapi kita tidak mengetahui bagaimana kehidupan Nabi Ishak dan bagaimana kaumnya bersikap padanya. Yang kita ketahui hanya, bahwa Allah SWT memujinya sebagai seorang nabi dari orang-orang yang saleh.
Adapun Yakub, ia adalah Nabi pertama yang berasal dari sulbinya. Beliau adalah Yakub bin Ishak bin Ibrahim. Namanya adalah Israil ia adalah seorang Nabi yang diutus bagi kaumnya. Allah SWT menyebutkan tiga bagian dari kisahnya. Berita gembira tentang kelahirannya disampaikan oleh para malaikat kepada kakeknya Ibrahim dan Sarah neneknya. Allah SWT juga menyebutkan wasiatnya saat ia meninggal. Dan Allah SWT akan menyebutkannya setelah itu—tanpa mengisyaratkan namanya—dalam kisah Nabi Yusuf. Melalui wasiatnya tersebut, kita dapat mengetahui tingkat ketakwaannya. Kita mengetahui bahwa kematian adalah suatu bencana yang akan menghancurkan manusia sehingga karenanya manusia menjadi lupa terhadap namanya dan ia hanya ingat terhadap penderitaan dan kesusahannya, tetapi Nabi Yakub tidak lupa saat ia menjemput kematian untuk berdoa kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman:

"Adakah hamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab: 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek mayangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishah, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya. " (QS. al-Baqarah: 133)

Peristiwa ini yang terjadi antara Nabi Yakub dan anak-anaknya di saat menjelang kematian adalah peristiwa yang sangat besar. Kita di hadapan seseorang yang menghadapi sakaratul maut. Apakah masalah yang menyibukkan pikirannya di saat sakaratul maut? Apakah pikiran-pikiran yang selalu mengganggunya saat sakaratul maut? Apakah perkara penting yang harus disampaikannya sehingga hatinya menjadi tenang sebelum kematiannya? Apakah warisan yang ingin ditinggalkannya kepada anak-anaknya dan cucu-cucunya? Apakah sesuatu yang ingin disampaikannya sebelum kematiannya yang dapat menjamin keselamatan manusia? Anda akan menemukan jawaban dari semua pertanyaan itu saat beliau bertanya: "Apa yang kalian sembah sepeninggalku?" Pertanyaan itulah yang sangat merisaukan beliau saat menghadapi sakaratul maut. Yaitu masalah keimanan kepada Allah SWT. la adalah masalah satu-satunya dan ia merupakan warisan hakiki. Anak-anak Israil menjawab: "Kami menyembah Tuhanmu dan Tuhan ayah-ayahmu Ibrahim, Ismail, dan Ishak. Yaitu Tuhan yang Maha Esa dan kami akan berserah diri pada-Nya."

Telah terdapat dalil yang kuat yang menunjukkan bahwa mereka diutus untuk menyebarkan Islam. Jika mereka (anak-anak Israil) keluar dari Islam, maka mereka berarti keluar dari rahmat Allah SWT dan jika mereka tetap mempertahankannya, maka mereka akan mendapatkan rahmat. Yakub meninggal dan ia bertanya kepada anak-anaknya tentang Islam, di mana ia merasa tenang atas akidah mereka. Sebelum kematiannya, ia mendapatkan ujian berat berkenaan dengan anaknya Yusuf. Yusuf adalah seorang Nabi seperti Yakub di mana Allah SWT mengutusnya pada penduduk Mesir.
»»  Teruske Moco Yuk....

NABI KHIDIR AS

Salah satu kisah Al-Qur'an yang sangat mengagumkan dan dipenuhi dengan misteri adalah, kisah seseorang hamba yang Allah SWT memberinya rahmat dari sisi-Nya dan mengajarinya ilmu. Kisah tersebut terdapat dalam surah al-Kahfi di mana ayat-ayatnya dimulai dengan cerita Nabi Musa, yaitu:

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: 'Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan-jalan sampai bertahun-tahun." (QS. al-Kahfi: 60)
Kalimat yang samar menunjukkan bahwa Musa telah bertekad untuk meneruskan perjalanan selama waktu yang cukup lama kecuali jika beliau mampu mencapai majma' al-Bahrain (pertemuan dua buah lautan). Di sana terdapat suatu perjanjian penting yang dinanti-nanti oleh Musa ketika beliau sampai di majma' al-Bahrain. Anda dapat merenungkan betapa tempat itu sangat misterius dan samar. Para musafir telah merasakan keletihan dalam waktu yang lama untuk mengetahui hakikat tempat ini. Ada yang mengatakan bahwa tempat itu adalah laut Persia dan Romawi. Ada yang mengatakan lagi bahwa itu adalah laut Jordania atau Kulzum. Ada yang mengatakan juga bahwa itu berada di Thanjah. Ada yang berpendapat, itu terletak di Afrika. Ada lagi yang mengatakan bahwa itu adalah laut Andalus. Tetapi mereka tidak dapat menunjukkan bukti yang kuat dari tempat-tempat itu.

Seandainya tempat itu harus disebutkan niscaya Allah SWT akan rnenyebutkannya. Namun Al-Qur'an al-Karim sengaja menyembunyikan tempat itu, sebagaimana Al-Qur'an tidak menyebutkan kapan itu terjadi. Begitu juga, Al-Qur'an tidak menyebutkan nama-nama orang-orang yang terdapat dalam kisah itu karena adanya hikmah yang tinggi yang kita tidak mengetahuinya. Kisah tersebut berhubungan dengan suatu ilmu yang tidak kita miliki, karena biasanya ilmu yang kita kuasai berkaitan dengan sebab-sebab tertentu. Dan tidak juga ia berkaitan dengan ilmu para nabi karena biasanya ilmu para nabi berdasarkan wahyu. Kita sekarang berhadapan dengan suatu ilmu dari suatu hakikat yang samar; ilmu yang berkaitan dengan takdir yang sangat tinggi; ilmu yang dipenuhi dengan rangkaian tabir yang tebal.

Di samping itu, tempat pertemuan dan waktunya antara hamba yang mulia ini dan Musa juga tidak kita ketahui. Demikianlah kisah itu terjadi tanpa memberitahumu kapan terjadi dan di tempat mana. Al-Qur'an sengaja menyembunyikan hal itu, bahkan Al-Qur'an sengaja menyembunyikan pahlawan dari kisah ini. Allah SWT mengisyaratkan hal tersebut dalam firman-Nya:

"Seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." (QS. al-Kahfi: 65)

Al-Qur'an al-Karim tidak menyebutkan siapa nama hamba yang dimaksud, yaitu seorang hamba yang dicari oleh Musa agar ia dapat belajar darinya. Nabi Musa adalah seseorang yang diajak bebicara langsung oleh Allah SWT dan ia salah seorang ulul azmi dari para rasul. Beliau adalah pemilik mukjizat tongkat dan tangan yang bercahaya dan seorang Nabi yang Taurat diturunkan kepadanya tanpa melalui perantara. Namun dalam kisah ini, beliau menjadi seorang pencari ilmu yang sederhana yang harus belajar kepada gurunya dan menahan penderitaan di tengah-tengah belajarnya itu. Lalu, siapakah gurunya atau pengajarnya? Pengajarnya adalah seorang hamba yang tidak disebutkan namanya dalam Al-Qur'an meskipun dalam hadis yang suci disebutkan bahwa ia adalah Khidir as.

Musa berjalan bersama hamba yang menerima ilmunya dari Allah SWT tanpa sebab-sebab penerimaan ilmu yang biasa kita ketahui. Mula-mula Khidir menolak ditemani oleh Musa. Khidir memberitahu Musa bahwa ia tidak akan mampu bersabar bersamanya. Akhirnya, Khidir mau ditemani oleh Musa tapi dengan syarat, hendaklah ia tidak bertanya tentang apa yang dilakukan Khidir sehingga Khidir menceritakan kepadanya. Khidir merupakan simbol ketenangan dan diam; ia tidak berbicara dan gerak-geriknya menimbulkan kegelisahan dan kebingungan dalam diri Musa. Sebagian tindakan yang dilakukan oleh Khidir jelas-jelas dianggap sebagai kejahatan di mata Musa; sebagian tindakan Khidir yang lain dianggap Musa sebagai hal yang tidak memiliki arti apa pun; dan tindakan yang lain justru membuat Musa bingung dan membuatnya menentang. Meskipun Musa memiliki ilmu yang tinggi dan kedudukan yang luar biasa namun beliau mendapati dirinya dalam keadaan kebingungan melihat perilaku hamba yang mendapatkan karunia ilmunya dari sisi Allah SWT.

Ilmu Musa yang berlandaskan syariat menjadi bingung ketika menghadapi ilmu hamba ini yang berlandaskan hakikat. Syariat merupakan bagian dari hakikat. Terkadang hakikat menjadi hal yang sangat samar sehingga para nabi pun sulit memahaminya. Awan tebal yang menyelimuti kisah ini dalam Al-Qur'an telah menurunkan hujan lebat yang darinya mazhab-mazhab sufi di dalam Islam menjadi segar dan tumbuh. Bahkan terdapat keyakinan yang menyatakan adanya hamba-hamba Allah SWT yang bukan termasuk nabi dan syuhada namun para nabi dan para syuhada "cemburu" dengan ilmu mereka. Keyakinan demikian ini timbul karena pengaruh kisah ini.

Para ulama berbeda pendapat berkenaan dengan Khidir. Sebagian mereka mengatakan bahwa ia seorang wali dari wali-wali Allah SWT. Sebagian lagi mengatakan bahwa ia seorang nabi. Terdapat banyak cerita bohong tentang kehidupan Khidir dan bagaimana keadaannya. Ada yang mengatakan bahwa ia akan hidup sampai hari kiamat. Yang jelas, kisah Khidir tidak dapat dijabarkan melalui nas-nas atau hadis-hadis yang dapat dipegang (otentik). Tetapi kami sendiri berpendapat bahwa beliau meninggal sebagaimana meninggalnya hamba-hamba Allah SWT yang lain. Sekarang, kita tinggal membahas kewaliannya dan kenabiannya. Tentu termasuk problem yang sangat rumit atau membingungkan. Kami akan menyampaikan kisahnya dari awal sebagaimana yang dikemukakan dalam Al-Qur'an.

Nabi Musa as berbicara di tengah-tengah Bani Israil. Ia mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT dan menceritakan kepada mereka tentang kebenaran. Pembicaraan Nabi Musa sangat komprehensif dan tepat. Setelah beliau menyampaikan pembicaraannya, salah seorang Bani Israil bertanya: "Apakah ada di muka bumi seseorang yang lebih alim darimu wahai Nabi Allah?" Dengan nada emosi, Musa menjawab: "Tidak ada."

Allah SWT tidak setuju dengan jawaban Musa. Lalu Allah SWT mengutus Jibril untuk bertanya kepadanya: "Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui di mana Allah SWT meletakkan ilmu-Nya?" Musa mengetahui bahwa ia terburu-buru mengambil suatu keputusan. Jibril kembali berkata kepadanya: "Sesungguhnya Allah SWT mempunyai seorang hamba yang berada di majma' al-Bahrain yang ia lebih alim daripada kamu." Jiwa Nabi Musa yang mulia rindu untuk menambah ilmu, lalu timbullah keinginan dalam dirinya untuk pergi dan menemui hamba yang alim ini. Musa bertanya bagaimana ia dapat menemui orang alim itu. Kemudian ia mendapatkan perintah untuk pergi dan membawa ikan di keranjang. Ketika ikan itu hidup dan melompat ke lautan maka di tempat itulah Musa akan menemui hamba yang alim.

Akhirnya, Musa pergi guna mencari ilmu dan beliau ditemani oleh seorang pembantunya yang masih muda. Pemuda itu membawa ikan di keranjang. Kemudian mereka berdua pergi untuk mencari hamba yang alim dan saleh. Tempat yang mereka cari adalah tempat yang sangat samar dan masalah ini berkaitan dengan hidupnya ikan di keranjang dan kemudian ikan itu akan melompat ke laut. Namun Musa berkeinginan kuat untuk menemukan hamba yang alim ini walaupun beliau harus berjalan sangat jauh dan menempuh waktu yang lama.

Musa berkata kepada pembantunya: "Aku tidak memberimu tugas apa pun kecuali engkau memberitahuku di mana ikan itu akan berpisah denganmu." Pemuda atau pembantunya berkata: "Sungguh engkau hanya memberi aku tugas yang tidak terlalu berat." Kedua orang itu sampai di suatu batu di sisi laut. Musa tidak kuat lagi menahan rasa kantuk sedangkan pembantunya masih bergadang. Angin bergerak ke tepi lautan sehingga ikan itu bergerak dan hidup lalu melompat ke laut. Melompatnya ikan itu ke laut sebagai tanda yang diberitahukan Allah SWT kepada Musa tentang tempat pertamuannya dengan seseorang yang bijaksana yang mana Musa datang untuk belajar kepadanya. Musa bangkit dari tidurnya dan tidak mengetahui bahwa ikan yang dibawanya telah melompat ke laut sedangkan pembantunya lupa untuk menceritakan peristiwa yang terjadi. Lalu Musa bersama pemuda itu melanjutkan perjalanan dan mereka lupa terhadap ikan yang dibawanya. Kemudian Musa ingat pada makanannya dan ia telah merasakan keletihan. Ia berkata kepada pembantunya: "Coba bawalah kepada kami makanan siang kami, sungguh kami telah merasakan keletihan akibat dari perjalanan ini."

Pembantunya mulai ingat tentang apa yang terjadi. Ia pun mengingat bagaimana ikan itu melompat ke lautan. Ia segera menceritakan hal itu kepada Nabi Musa. Ia meminta maaf kepada Nabi Musa karena lupa menceritakan hal itu. Setan telah melupakannya. Keanehan apa pun yang menyertai peristiwa itu, yang jelas ikan itu memang benar-benar berjalan dan bergerak di lautan dengan suatu cara yang mengagumkan. Nabi Musa merasa gembira melihat ikan itu hidup kembali di lautan dan ia berkata: "Demikianlah yang kita inginkan." Melompatnya ikan itu ke lautan adalah sebagai tanda bahwa di tempat itulah mereka akan bertemu dengan seseorang lelaki yang alim. Nabi Musa dan pembantunya kembali dan menelusuri tempat yang dilaluinya sampai ke tempat yang di situ ikan yang dibawanya bergerak dan menuju ke lautan.

Perhatikanlah permulaan kisah: bagaimana Anda berhadapan dengan suatu kesamaran dan tabir yang tebal di mana ketika Anda menjumpai suatu tabir di depan Anda terpampang maka sebelum tabir itu tersingkap Anda harus berhadapan dengan tabir-tabir yang lain. Akhirnya, Musa sampai di tempat di mana ikan itu melompat. Mereka berdua sampai di batu di mana keduanya tidur di dekat situ, lalu ikan yang mereka bawa keluar menuju laut. Di sanalah mereka mendapatkan seorang lelaki. Kami tidak mengetahui namanya, dan bagaimana bentuknya, dan bagaimana bajunya; kami pun tidak mengetahui usianya. Yang kita ketahui hanyalah gambaran dalam yang dijelaskan oleh Al-Qur'an: "Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahrnat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. "

Inilah aspek yang penting dalam kisah itu. Kisah itu terfokus pada sesuatu yang ada di dalam jiwa, bukan tertuju pada hal-hal yang bersifat fisik atau lahiriah. Allah SWT berfirman:

"Maka tatkala mereka berjalan sampai ke pertemuan dua buah laut itu, maka mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu. Tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: 'Bawalah ke rnari makanan kita; sesungguhnya kita merasa letih karena perjalanan hita ini.' Muridnya menjawab: 'Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.' Musa berkata: 'Itulah (tempat) yang kita cari; lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. " (QS. al-Kahfi: 61-65)

Bukhari mengatakan bahwa Musa dan pembantunya menemukan Khidir di atas sajadah hijau di tengah-tengah lautan. Ketika Musa melihatnya, ia menyampaikan salam kepadanya. Khidir berkata: "Apakah di bumimu ada salam? Siapa kamu?" Musa menjawab: "Aku adalah Musa." Khidir berkata: "Bukankah engkau Musa dari Bani Israil. Bagimu salam wahai Nabi dari Bani Israil." Musa berkata: "Dari mana kamu mengenal saya?" Khidir menjawab: "Sesungguhnya yang mengenalkan kamu kepadaku adalah juga yang memberitahu aku siapa kamu. Lalu, apa yang engkau inginkan wahai Musa?" Musa berkata dengan penuh kelembutan dan kesopanan: "Apakah aku dapat mengikutimu agar engkau dapat mengajariku sesuatu yang engkau telah memperoleh karunia dari-Nya." Khidir berkata: "Tidakkah cukup di tanganmu Taurat dan bukankah engkau telah mendapatkan wahyu. Sungguh wahai Musa, jika engkau ingin mengikutiku engkau tidak akan mampu bersabar bersamaku."

Kita ingin memperhatikan sejenak perbedaan antara pertanyaan Musa yang penuh dengan kesopanan dan kelembutan dan jawaban Khidir yang tegas di mana ia memberitahu Musa bahwa ilmunya tidak harus diketahui oleh Musa, sebagaimana ilmu Musa tidak diketahui oleh Khidir. Para ahli tafsir mengemukakan bahwa Khidir berkata kepada Musa: "Ilmuku tidak akan engkau ketahui dan engkau tidak akan mampu sabar untuk menanggung derita dalam memperoleh ilmu itu. Aspek-aspek lahiriah yang engkau kuasai tidak dapat menjadi landasan dan ukuran untuk menilai ilmuku. Barangklali engkau akan melihat dalam tindakan-tindakanku yang tidak engkau pahami sebab-sebabnya. Oleh karena itu, wahai Musa, engkau tidak akan mampu bersabar ketika ingin mendapatkan ilmuku." Musa mendapatkan suatu pernyataan yang tegas dari Khidir namun beliau kembali mengharapnya untuk mengizinkannya menyertainya untuk belajar darinya. Musa berkata kepadanya bahwa insya Allah ia akan mendapatinya sebagai orang yang sabar dan tidak akan menentang sedikit pun.

Perhatikanlah bagaimana Musa, seorang Nabi yang berdialog dengan Allah SWT, merendah di hadapan hamba ini dan ia menegaskan bahwa ia tidak akan menentang perintahnya. Hamba Allah SWT yang namanya tidak disebutkan dalam Al-Qur'an menyatakan bahwa di sana terdapat syarat yang harus dipenuhi Musa jika ia bersikeras ingin menyertainya dan belajar darinya. Musa bertanya tentang syarat ini, lalu hamba yang saleh ini menentukan agar Musa tidak bertanya sesuatu pun sehingga pada saatnya nanti ia akan mengetahuinya atau hamba yang saleh itu akan memberitahunya. Musa sepakat atas syarat tersebut dan kemudian mereka pun pergi. Perhatikanlah firman Allah SWT dalam surah al-Kahfi:

"Musa berkata kepadanya: 'Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu ?' Dia menjawab: 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?' Musa berkata: 'Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun.' Dia berkata: 'Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu.'" (QS. al-Kahfi: 66-70)

Musa pergi bersama Khidir. Mereka berjalan di tepi laut. Kemudian terdapat perahu yang berlayar lalu mereka berbicara dengan orang-orang yang ada di sana agar mau mengangkut mereka. Para pemilik perahu mengenal Khidir. Lalu mereka pun membawanya beserta Musa, tanpa meminta upah sedikit pun kepadanya. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada Khidir. Namun Musa dibuat terkejut ketika perahu itu berlabuh dan ditinggalkan oleh para pemiliknya, Khidir melobangi perahu itu. Ia mencabut papan demi papan dari perahu itu, lalu ia melemparkannya ke laut sehingga papan-papan itu dibawa ombak ke tempat yang jauh.

Musa menyertai Khidir dan melihat tindakannya dan kemudian ia berpikir. Musa berkata kepada dirinya sendiri: "Apa yang aku lakukan di sini, mengapa aku berada di tempat ini dan menemani laki-laki ini? Mengapa aku tidak tinggal bersama Bani Israil dan membacakan Kitab Allah SWT sehingga mereka taat kepadaku? Sungguh Para pemilik perahu ini telah mengangkut kami tanpa meminta upah. Mereka pun memuliakan kami tetapi guruku justru merusak perahu itu dan melobanginya." Tindakan Khidir di mata Musa adalah tindakan yang tercela. Kemudian bangkitlah emosi Musa sebagai bentuk kecemburuannya kepada kebenaran. Ia terdorong untuk bertanya kepada gurunya dan ia lupa tentang syarat yang telah diajukannya, agar ia tidak bertanya apa pun yang terjadi. Musa berkata: "Apakah engkau melobanginya agar para penumpangnya tenggelam? Sungguh engkau telah melakukan sesuatu yang tercela." Mendengar pertanyaan lugas Musa, hamba Allah SWT itu menoleh kepadanya dan menunjukkan bahwa usaha Musa untuk belajar darinya menjadi sia-sia karena Musa tidak mampu lagi bersabar. Musa meminta maaf kepada Khidir karena ia lupa dan mengharap kepadanya agar tidak menghukumnya.

Kemudian mereka berdua berjalan melewati suatu kebun yang dijadikan tempat bermain oleh anak-anak kecil. Ketika anak-anak kecil itu sudah letih bermain, salah seorang mereka tampak bersandar di suatu pohon dan rasa kantuk telah menguasainya. Tiba-tiba, Musa dibuat terkejut ketika melihat hamba Allah SWT ini membunuh anak kacil itu. Musa dengan lantang bertanya kepadanya tentang kejahatan yang baru saja dilakukannya, yaitu membunuh anak laki-laki yang tidak berdosa. Hamba Allah SWT itu kembali mengingatkan Musa bahwa ia tidak akan mampu bersabar bersamanya. Musa meminta maaf kepadanya karena lagi-lagi ia lupa. Musa berjanji tidak akan bertanya lagi. Musa berkata ini adalah kesempatan terakhirku untuk menemanimu. Mereka pun pergi dan meneruskan perjalanan. Mereka memasuki suatu desa yang sangat bakhil. Musa tidak mengetahui mengapa mereka berdua pergi ke desa itu dan mengapa tinggal dan bermalam di sana. Makanan yang mereka bawa habis, lalu mereka meminta makanan kepada penduduk desa itu, tetapi penduduk itu tidak mau memberi dan tidak mau menjamu mereka.

Kemudian datanglah waktu sore. Kedua orang itu ingin beristirahat di sebelah dinding yang hampir roboh. Musa dibuat terkejut ketika melihat hamba itu berusaha membangun dinding yang nyaris roboh itu. Bahkan ia menghabiskan waktu malam untuk memperbaiki dinding itu dan membangunnya seperti baru. Musa sangat heran melihat tindakan gurunya. Bagi Musa, desa yang bakhil itu seharusnya tidak layak untuk mendapatkan pekerjaan yang gratis ini. Musa berkata: "Seandainya engkau mau, engkau bisa mendapat upah atas pembangunan tembok itu." Mendengar perkataan Musa itu, hamba Allah SWT itu berkata kepadanya: "Ini adalah batas perpisahan antara dirimu dan diriku." Hamba Allah SWT itu mengingatkan Musa tentang pertanyaan yang seharusnya tidak dilontarkan dan ia mengingatkannya bahwa pertanyaan yang ketiga adalah akhir dari pertemuan.

Kemudian hamba Allah SWT itu menceritakan kepada Musa dan membongkar kesamaran dan kebingungan yang dihadapi Musa. Setiap tindakan hamba yang saleh itu—yang membuat Musa bingung—bukanlah hasil dari rekayasanya atau dari inisiatifnya sendiri, ia hanya sekadar menjadi jembatan yang digerakkan oleh kehendak Yang Maha Tingi di mana kehendak yang tinggi ini menyiratkan suatu hikmah yang tersembunyi. Tindakan-tindakan yang secara lahiriah tampak keras namun pada hakikatnya justru menyembunyikan rahmat dan kasih sayang. Demikianlah bahwa aspek lahiriah bertentangan dengan aspek batiniah. Hal inilah yang tidak diketahui oleh Musa. Meskipun Musa memiliki ilmu yang sangat luas tetapi ilmunya tidak sebanding dengan hamba ini. Ilmu Musa laksana setetes air dibandingkan dengan ilmu hamba itu, sedangkan hamba Allah SWT itu hanya memperoleh ilmu dari Allah SWT sedikit, sebesar air yang terdapat pada paruh burung yang mengambil dari lautan. Allah SWT berfirman:

"Maka berjalanlah heduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidir melobanginya. Musa berkata: 'Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya hamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.' Dia (Khidir) berkata: 'Bukankah aku telah berkata: 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku.' Musa berkata: 'Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.' Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidir membunuhnya. Musa berkata: 'Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih itu, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.' Khidir berkata: 'Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan sabar bersamaku?' Musa berkata: 'Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah engkau memperbolehkan aku menyertairnu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur kepadaku.' Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidir menegakkan dinding itu. Musa berkata: 'Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.' Khidir berkata: 'Inilah perpisahan antara aku dengan kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin dan kami khawatir bahwa dia ahan mendorong orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki supaya Tuhan mereha mengganti bagi mereka dengan anak yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam dari hasih sayangnya (kepada ibu dan bapaknya). Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya seseorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakuhannya itu menurut kemauanku sendvri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.'" (QS. al-Kahfi: 71-82)
Hamba saleh itu menyingkapkan dua hal pada Musa: ia memberitahunya bahwa ilmunya, yakni ilmu Musa sangat terbatas, kemudian ia memberitahunya bahwa banyak dari musibah yang terjadi di bumi justru di balik itu terdapat rahmat yang besar. Pemilik perahu itu akan menganggap bahwa usaha melobangi perahu mereka merupakan suatu bencana bagi mereka tetapi sebenarnya di balik itu terdapat kenikmatan, yaitu kenikmatan yang tidak dapat diketahui kecuali setelah terjadinya peperangan di mana raja akan memerintahkan untuk merampas perahu-perahu yang ada. Lalu raja itu akan membiarkan perahu-perahu yang rusak. Dengan demikian, sumber rezeki keluarga-keluarga mereka akan tetap terjaga dan mereka tidak akan mati kelaparan. Demikian juga orang tua anak kecil yang terbunuh itu akan menganggap bahwa terbunuhnya anak kecil itu sebagai musibah, namun kematiannya justru membawa rahmat yang besar bagi mereka karena Allah SWT akan memberi mereka—sebagai ganti darinya—anak yang baik yang dapat menjaga mereka dan melindungi mereka pada saat mereka menginjak masa tua dan mereka tidak akan menampakkan kelaliman dan kekufuran seperti anak yang terbunuh. Demikianlah bahwa nikmat terkadang membawa sesuatu bencana dan sebaliknya, suatu bencana terkadang membawa nikmat. Banyak hal yang lahirnya baik temyata justru di balik itu terdapat keburukan.

Mula-mula Nabi Allah SWT Musa menentang dan mempersoalkan tindakan hamba Allah SWT tersebut, kemudian ia menjadi mengerti ketika hamba Allah SWT itu menyingkapkan kepadanya maksud dari tindakannya dan rahmat Allah SWT yang besar yang tersembunyi dari peristiwa-peristiwa yang terjadi.

Selanjutnya, Musa kembali menemui pembatunya dan menemaninya untuk kembali ke Bani Israil. Sekarang, Musa mendapatkan keyakinan yang luar biasa. Musa telah belajar dari mereka dua hal: yaitu ia tidak merasa bangga dengan ilmunya dalam syariat karena di sana terdapat ilmu hakikat, dan ia tidak mempersoalkan musibah-musibah yang dialami oleh manusia karena di balik itu terdapat rahmat Allah SWT yang tersembunyi yang berupa kelembutan-Nya dan kasih sayang-Nya. Itulah pelajaran yang diperoleh Nabi Musa as dari hamba ini. Nabi Musa mengetahui bahwa ia berhadapan dengan lautan ilmu yang baru di mana ia bukanlah lautan syariat yang diminum oleh para nabi. Kita berhadapan dengan lautan hakikat, di hadapan ilmu takdir yang tertinggi; ilmu yang tidak dapat kita jangkau dengan akal kita sebagai manusia biasa atau dapat kita cerna dengan logika biasa. Ini bukanlah ilmu eksperimental yang kita ketahui atau yang biasa terjadi di atas bumi, dan ia pun bukan ilmu para nabi yang Allah SWT wahyukan kepada mereka.

Kita sekarang sedang membahas ilmu yang baru. Lalu siapakah pemilik ilmu ini? Apakah ia seorang wali atau seorang nabi? Mayoritas kaum sufi berpendapat bahwa hamba Allah SWT ini dari wali-wali Allah SWT. Allah SWT telah memberinya sebagian ilmu laduni kepadanya tanpa sebab-sebab tertentu. Sebagian ulama berpendapat bahwa hamba saleh ini adalah seorang nabi. Untuk mendukung pernyataannya ulama-ulama tersebut menyampaikan beberapa argumentasi melalui ayat Al-Qur'an yang menunjukkan kenabiannya.

Pertama, firman-Nya:

"Lalu mereka bertemu dengan searang hamba di antara hamba-ham-ba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami."

Kedua, perkataan Musa kepadanya:

"Musa berkata kepadanya: 'Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?' Dia menjawab: 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu ?' Musa berkata: 'lnsya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orangyang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun.' Dia berkata: 'Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu rmnanyakan kepadaku tentang sesuatu pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu,'" (QS. al-Kahfi: 66-70)

Seandainya ia seorang wali dan bukan seorang nabi maka Musa tidak akan berdiaog atau berbicara dengannya dengan cara yang demikian dan ia tidak akan menjawab kepada Musa dengan jawaban yang demikian. Bila ia bukan seorang nabi maka berarti ia tidak maksum sehingga Musa tidak harus memperoleh ilmu dari seseorang wali yang tidak maksum.

Ketiga, Khidir menunjukkan keberaniannya untuk membunuh anak kecil itu melalui wahyu dari Allah SWT dan perintah dari-Nya. Ini adalah dalil tersendiri yang menunjukkan kenabiannya dan bukti kuat yang menunjukkan kemaksumannya. Sebab, seorang wali tidak boleh membunuh jiwa yang tidak berdosa dengan hanya berdasarkan kepada keyakinannya dan hatinya. Boleh jadi apa yang terlintas dalam hatinya tidak selalu maksum karena terkadang ia membuat kesalahan. Jadi, keberanian Khidir untuk membunuh anak kacil itu sebagai bukti kenabiannya.

Keempat, perkataan Khidir kepada Musa:

"Sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. " (QS. al-Kahfi: 82)

Yakni, apa yang aku lakukan bukan dari doronganku sendiri namun ia merupakan perintah dari Allah SWT dan wahyu dari-Nya. Demikianlah pendapat para ulama dan para ahli zuhud. Para ulama berpendapat bahwa Khidir adalah seorang Nabi sedangkan para ahli zuhud dan para tokoh sufi berpendapat bahwa Khidir adalah seorang wali dari wali-wali Allah SWT.

Salah satu pernyataan Kliidir yang sering dikemukakan oleh tokoh sufi adalah perkataan Wahab bin Munabeh, Khidir berkata: "Wahai Musa, manusia akan disiksa di dunia sesuai dengan kadar kecintaan mereka atau kecenderungan mereka terhadapnya (dunia)." Sedangkan Bisyir bin Harits al-Hafi berkata: "Musa berkata kepada Khidir: "Berilah aku nasihat." Khidir menjawab: "Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan kamu untuk taat kepada-Nya." Para ulama dan para ahli zuhud berselisih pendapat tentang Khidir dan setiap mereka mengklaim kebenaran pendapatnya. Perbedaan pendapat ini berujung pangkal kepada anggapan para ulama bahwa mereka adalah sebagai pewaris para nabi, sedangkan kaum sufi menganggap diri mereka sebagai ahli hakikat yang mana salah satu tokoh terkemuka dari ahli hakikat itu adalah Khidir. Kami sendiri cenderung untuk menganggap Khidir sebagai seorang nabi karena beliau menerima ilmu laduni. Yang jelas, kita tidak mendapati nas yang jelas dalam konteks Al-Qur'an yang menunjukkan kenabiannya dan kita juga tidak menemukan nas yang gamblang yang dapat kita jadikan sandaran untuk menganggapnya sebagai seorang wali yang diberi oleh Allah SWT sebagian ilmu laduni.

Barangkali kesamaran seputar pribadi yang mulia ini memang disengaja agar orang yang mengikuti kisah tersebut mendapatkan tujuan utama dari inti cerita. Hendaklah kita berada di batas yang benar dan tidak terlalu jauh mempersoalkan kenabiannya atau kewaliannya. Yang jelas, ketika kami memasukkannya dalam jajaran para nabi karena ia adalah seorang guru dari Musa dan seorang ustadz baginya untuk beberapa waktu.
»»  Teruske Moco Yuk....

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More